Wallpaper

“Someday, kalo udah punya anak wallpapernya bakal diganti foto anak kita ndak? Kaya mamak-mamak lain gitu” tanya saya di suatu malam kepada si pemilik hape.

“Jawaban sekarang, kayanya engga deh. Suka banget sama foto ini, vibesnya kaya di kimi no nawa gitu. Tapi gatau nanti ya” jawabnya singkat

Dan itu terbukti sampai ketika putrinya lahir, si pemilik enggan mengganti wallpapernya.

Hal tersebut coba saya pastikan lagi dengan pertanyaan yang sama, sembari punggung saya menikmati garukan jarinya.

“Ndak pengen ganti pake foto anak kita ta?”

dengan tegas dijawab “Ndak ah, masi mau liat kamu terus”.

Saya senyum sendiri salah tingkah, gatau harus merespon apa. “Wasyem tenan, ngene to rasane digilai wanita” batinku.

Masih sambil memunggunginya, sampai akhirnya saya tersadar.

“Apalagi yang mau dia minta sekarang!!!”

Persiapan Oktober 2022

Tulisan ini diketik pada saat umur September 2022 menyisakan 5 hari lagi. Ini artinya di hari keenam setelah tulisan ini dimulai, waktu masehi sudah memasuki bulan Oktober 2022. Bulan yang besar menurut saya, ada dua kejadian hebat di bulan itu. Pertama, kelahiran Nisa Syahidah. Kedua, Nisa Syahidah melahirkan.

Bulan yang selalu saya tunggu sebelum-sebelumnya namun di tahun ini, entah apa namanya. Saya tidak ingin September lekas habis. Belum siap rasanya melalui bulan itu tanpa Nisa. 3 Oktober biasanya kami menghabiskan waktu bersama. 16 Oktober, seharusnya kami melewati tahun pertama putri kami juga bersama. Tapi ternyata tahun ini tidak. Allah memang maha segalanya. Maha membolak balikkan roda.

Pernah di satu masa kami berbincang tentang roda kami. Nisa berucap,

“Roda kita lagi di atas nih. Semua yang kita lalui Allah beri kemudahan, semoga pas roda kita lagi di bawah kita bisa melewatinya bersama ya yang”. dan ternyata

“Asem, aku ditinggal duluan cah! Impostor sakjane arek iku” batinku nggrundel.

Tapi, ini hanya ketakutan saja mungkin. Toh, waktu waktu lain sudah terlewati walau dengan susah payah, dan memang terlewati juga tidak terlalu baik. Namun namanya manusia, kodratnya hanya berjuang dan berdoa bukan?. Semoga iya. Lagi-lagi, demi Cantigi.

“YOH SEMANGAT YOH DIT, BAJINGAN MOSOK LEMAH! BOSOK KOWE”

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai