Tahun ini merupakan tahun pertama saya merayakan ulang tahun tanpa kehadiran istri di samping saya. Sesuatu yang saya takutkan ternyata menjadi nyata, melewati hari ini tanpa Nisa. Ya! saya sudah menduganya dari jauh hari, bahwa jika hari ini terlewati, akan sangat berat saya rasakan.
Hari kelahiran yang biasanya saya lewati dengan segala kejutan dan doa yang dihaturkan oleh Nisa dengan tulus untuk saya. Tahun ini harus terlewati tanpa adanya itu semua. Semua, kenangan akhirnya harus terputar kembali untuk mengimbangi proses adaptasi kondisi baru ini. Kerinduan mendalam ini saya coba tangani dengan mencoba abai dengan ulang tahun. Semua akses orang untuk mengetahui ulang tahun saya, coba saya tutup. Facebook, Instagram yang saya coba untuk tidak saya publish.
Saya kehilangan sosok itu. Sosok yang selalu mendoakan langsung di depan muka, satu-satunya sosok yang instastoriesnya akan saya repost saat ulang tahun saya ini, sosok yang saya tunggu takarir instagramnya di hari ini. Walaupun banyak orang yang mencoba untuk mengisi kekosongan itu, mulai dari orang tua, keluarga, rekan dan sahabat. Itu semua berbeda rasanya. Saya harus lewati ini dengan tangis dan rasa berat. Semoga semua segera membaik. dan saya bisa segera melaluinya dengan hebat. Cantigi salah satu alasan saya untuk itu
Terima kasih Nisa. Aku sayang banget sama kamu, anakmu juga pasti. Sehat banget dia yang