Pergantian tahun ini mungkin akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya saya hanya menganggap pergantian tahun tak lebih dari bertambahnya deretan angka-angka dan berkurangnya waktu hidup kita di dunia. Di tahun ini terucap do’a lebih banyak dari biasanya, terburainya air mata lebih deras dibanding tahun sebelumnya. Tapi ada yang tetap sama? Tentu, ucapan selamat dan dukungan dari banyak kolega yang mengalir harapan indah di dalamnya.
Tahun baru identik dengan harapan optimis di detik pergantiannya, namun seringkali berakhir pada kejutan yang tak pernah kita duga. Tahun ini pun iya.
Jika yang lain akan membuat daftar capaiannya, di tahun ini sepertinya saya absen sementara. Ambisi diri tak lebih dari berjuang untuk bisa tetap ada.
Ujian beruntun dari Sang Pencipta membuat saya sadar bahwa kita sangatlah kecil di hadapanNya. Semoga kami dihukum dengan pahala dan berkah yang berlipat jumlahnya, bukan hitungan manusia pastinya. Kami yakin Allah punya rencana. Lebih indah dari yang kita duga tentunya.
“Allahumma ajirna fii musibatina wakhlufna khairan minha”, adalah do’a rutin umi’ untuk anak mantu dan cucunya. Menjadi doa setiap pagi saya. Pasti mustajab! tunggu saja kejutannya
2021, terima kasih atas semuanya. Di masa baktimu saya belajar dan menyadari banyak hal. Saya dikelilingi orang baik. Terima kasih! Terima kasih banyak.
Badanku! Kamu hebat, ayo berjuang untuk lebih kuat. Nafasku! Atur iramamu, di depan sana masih banyak hal yang seru.
Bismillah