bulan ke-empat menjadi staff LSM

Yayasan bali Peduli

ya, tepat tiga bulan lalu saya resmi diterima bekerja sebagai asisten operasional di sebuah yayasan di Ubud. yayasan bali peduli judulnya. yayasan yang bergerak di bidang penanggulangan HIV – AIDS.

jadi pekerja di sebuah lembaga swadaya punya kelebihan tersendiri memang daripada kerja di perusahaan yang profit oriented, terutama di sistem dan cara kerja mereka. Bagi kalian yang berpikir kerja untuk diri sendiri memang ga bakal bisa nikmatin yang namanya kerja untuk orang banyak dan digaji sedikit. bekerja di perusahaan dengan target dan aturan yang sangat mengikat ketat.

tapi sebelum saya keterima disini, saya sempat dibuat pusing dengan sedikitnya pilihan NGO yang bermarkas di Bali. entah karna emang sedikit atau saya yang kuper. walau akhirnya dibantu web, akhirnya Allah mendaratkanku disini untuk pengalaman awal.

ya, bekerja di yayasan memang lebih santai, jam kerjanya santai, dresscode santai, dan gajipun santai. Banyak yang selalu nanya, “kenapa qe milih kerja disana?” saya cuman bisa jawab, ya passion sekarang masih disini gatau besok kalo udah bosen dan pingin uang yang lebih banyak ya mungkin pindah orientasi jadi lebih profit.

bakal banyak hal baru yang saya ternyata ga tau, dan disini banyak yang mengajarkan tentang hal itu. salah satunya yang mungkin buat saya jadi lebih terbuka sama kehidupan. entah apa maksud tulisan tadi. kalo kalian jadi saya mungkin juga bingung gimana cara nuang ke tulisan.

Kerja di LSM sudah mbuka mata saya, kalo ternyata yang lebih peduli sama keadaan kita itu orang lain, iya itu kalimat sederhana dari “bule lebih peduli sama keadaan negara kita”. entah pernyataan tadi itu bener apa engga, tapi sampai tulisan ini saya posting, saya masih membenarkannya. alasan kenapa saya agak ragu dengan pernyataan itu soalnya pasti banyak yang berpikir bahwa itu strategi asing untuk ngiket kita, untuk nyari simpati kita, untuk buat kita kagum sama negaranya.

okke!

kalopun emang itu tujuan mereka, jujur saya pribadi jadi korban dari strategi mereka dan mengakui mereka hebat.

“iya, hebat.”
kalian ga pingin gitu nanya “kenapa?”.
kalopun kalian ngga nanya, bakal tetep saya jawab. iya saya kagum sama sikap mereka yang masih bisa berpikir dan peduli dengan sekitarnya ngga cuman sama diri mereka sendiri. walaupun tetep ada bisnis dibalik semuanya, ya dapur emang harus tetep ngepul bos!. cuman bedanya kalo orang kita tega kalo harus ngepul sendiri kalo mereka (saya sangat berharap kalian mengerti siapa ‘mereka’ itu) ngga tega kalo harus ngepul sendiri.

tapi saya ngga bilang orang pribuminya ngga ada sama sekali yang tergerak. orang kita banyak juga yang kaya mereka itu kok. dan semoga semakin banyak jadi kita ga lagi harus sirik sama bantuan negara lain atau justru kita bisa jadi kaya mereka atau lebih dari mereka.

sekian aja. Doain juga bisa dapet yang lebih keren lagi kalo selesai disini.

ini tampang depan kantor yayasan bali peduli
ini tampang depan kantor yayasan bali peduli
foto diambil waktu lagi sepi.
foto diambil waktu lagi sepi.
salah satu kegiatan penjangkauan lapangan
salah satu kegiatan penjangkauan lapangan

Nonton Harga – Wiji Thukul

ayo keluar keliling kota

tak perlu ongkos tak perlu biaya

masuk toko perbelanjaan tingkat lima

tak beli tak apa

lihat-lihat saja

kalau pingin durian

apel-pisang-rambutan-anggur

ayo..

kita bisa mencium baunya

mengumbar hidung cuma-cuma

tak perlu ongkos tak perlu biaya

di kota kita

buah macam apa

asal mana saja

ada

kalau pingin lihat orang cantik

di kota kita banyak gedung bioskop

kita bisa nonton posternya

atau ke diskotik

di depan pintu

kau boleh mengumbar telinga cuma-cuma

mendengarkan detak musik

denting botol

lengking dan tawa

bisa juga kau nikmati

aroma minyak wangi luar negeri

cuma-cuma

aromanya saja

ayo..

kita keliling kota

hari ini ada peresmian hotel baru

berbintang lima

dibuka pejabat tinggi

dihadiri artis-artis ternama ibukota

lihat

mobil para tamu berderet-deret

satu kilometer panjangnya

kota kita memang makin megah dan kaya

tapi hari sudah malam

ayo kita pulang

ke rumah kontrakan

sebelum kehabisan kendaraan

ayo kita pulang

ke rumah kontrakan

tidur berderet-deret

seperti ikan tangkapan

siap dijual di pelelangan

besok pagi

kita ke pabrik

kembali bekerja

sarapan nasi bungkus

ngutang

seperti biasa

18 november 96

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai